Pengertian Kalam Dalam Bahasa Arab

Sesuai dengan kaidah orang Arab

Pengertian Kalam Dalam Bahasa Arab

Pengertian Kalam secara bahasa adalah setiap ungkapan yang dengannya menghasilkan suatu faidah, baik itu sesuatu yang di ucapkan (Lafadz) atau tidak, seperti tuisan dan isyarat.

Adapun Pengertian Kalam menurut Ahli Nahwu adalah:

الكَلاَمُ هُوَ اللَّفْظُ الْمُرَكَّبُ الْمُفِيْدُ بِالْوَضْعِ

“Al-kalam adalah lafadz yang tersusun yang memberikan faidah dengan Al-wadh’u”

Sehingga Kalam secara ilmu nahwu harus terkumpul empat perkara yaitu:

  • Berupa Lafadz
  • Tersusun
  • Memberikan faidah
  • Sesuai dengan kaidah orang Arab

Apa makna dari ke-empat elemen yang harus terkumpul pada kalam diatas? berikut penjelasannya:

Berupa Lafadz, maksudnya bahwa kalam harus berupa suara, tersusun dari huruf-huruf hijaiyyah yang di mulai dari Alif hingga ya. Adapun isyarat menurut ahli nahwu tidak dinamakan kalam karena tidak mengandung suara, walau demikian isyarat tetap dianggap sebagai kalam oleh para ahli lughah karena isyarat tetap memberikan faidah.

Tersusun maknanya bahwa Kalam harus tersusun yaitu Kalam harus tersusun dari dua kata atau lebih, sedangkan satu kata tidak bisa disebut kalam oleh Ahli Nahwu terkecuali ada kata lain yang terkandung di dalamnya walaupun tidak disebutkan, seperti contoh dibawah:

Ketika ada seseorang yang bertanya:
مَنْ أَبُوكَ؟
Siapa Ayahmu?

Kemudian dia menjawab:
يَاسِرٌ

Maka jawaban ini walaupun terucap hanya satu kata akan tetapi termasuk dalam kalam karena ada kata yang mengikutinya dan tidak terucap yaitu jawaban lengkapnya sebagai berikut:

يَاسِرٌ أَبِي
“Yasir adalah ayahku”

Makna Memberikan Faidah yaitu ketika seseorang telah berhenti dalam menyampaikan kalamnya maka pendengar  tidak lagi menunggu-nunggu kelanjutan ucapannya karena dia telah faham maksud dari yang di ucapkan oleh pembicara.

Sebagai contoh:
إِذَا حَضَرَ الْأُسْتَادُ  (Jika Ustadz telah hadir)

Walaupun terdiri dari 3 kata pada ucapan tersebut, ini tidak menjadikan ucapan tersebut sebagai kalam dikarenakan ucapan tersebut belum memberikan faidah yang sempurnya dan pendengar masih menunggu-nunggu informasi selanjutnya, apa yang akan terjadi jika Ustadz telah hadir? disebut kalam jika faidahnya telah sempurna seperti berikut:

إِذَا حَضَرَ الْأُسْتَادُ أَنْصَتَ التَّلاَمِيْذٌ

Sesuai dengan kaidah orang Arab maksudnya bahwa lafadz-lafadz yang di gunakan merupakan lafadz-lafadz yang digunakan oleh orang-orang arab untuk menunjukkan suatu makna.

Contoh-Contoh Kalam

Sumber: Tuhfatus Saniyah

Contoh-Contoh Kalam

الْحِلَالُ سَاطِعٌ

السَّمَاءُ صَافِيَةٌ

الْجَوُّ صَحْوٌ

الْبُستَانُ مُثْمِرٌ

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*